Sekilas tentang Perahu Kertas
Meski rapuh, tapi dia mampu membawa kisah-kisah luar biasa yang akan ia sampaikan kepada setiap orang. Memang tak seindah PeLaNgi, tapi keduanya sama-sama akan menjadi kisah yang abadi.
Teruslah melaju Perahu kertas ku, hingga kau karam di lautan waktu!
Seperti judulnya, kali ini aku akan bercerita tentang sepatu hitam yang gambarnya telah terpampang di atas. Sepatu itu terlihat sangat sederhana. Namun, sepatu itu sangat berarti buatku. Adik sepupuku membawakanku sepatu hitam tersebut sebagai oleh-oleh ketika dia kembali dari tanah Sumatra, tempat asalnya. Aku tak tahu, apa yang dia pikirkan ketika memberikan sepatu tersebut kepadaku. Tapi, dalam hati aku sangat bersyukur karena telah diberi seorang adik sepupu yang baik hati dan manis seperti dia. Pun dengan sepatu pemberiannya itu, aku telah punya rencana sendiri. Aku ingin menggunakan sepatu hitam pemberian adik sepupuku itu ketika aku sidang pendadaran nanti. Tetapi, karena suatu hal, aku harus memakainya sebelum sepatu itu kupakai sesuai dengan rencana awalku. Aku sedikit sedih... Tapi semoga semua itu justru memudahkan jalanku menuju sebuah titik yang ingin kutuju. Amin... Untuk adik sepupuku yang telah memberiku sepatu hitam itu, terima kasih untuk perhatianmu padaku, ketahuilah bahwa aku sangat menyayangimu...
Ini adalah gambar selokan kecil yang ada di belakang Kolam Teratai. Aliran air di selokan itu melewati sebuah terowongan kecil yang cukup gelap. Mungkin bila kita berkesempatan melewatinya, kita akan bertanya tanya kapan kah kita akan sampai di ujung lorong yang terdapat cahaya?
Perahu Kertas, si pembawa kisah...


Akankan keduanya dapat bersama, seiring sejalan, di atas jalan kebenaran?
I hope so...
I hope so...




